Dua juta umat muslim di Italia mendapat kabar gembira. Setelah negara tersebut berhasil melewati krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19, lockdown atau penguncian wilayah kini dilonggarkan. Pemerintah Italia menandatangani perjanjian penting dengan organisasi-organisasi Muslim terkemuka yang akan memungkinkan masjid dan pusat Islam dibuka kembali sebagai bagian dari kelonggaran tersebut.

Protokol itu ditandatangani pada upacara resmi di Palazzo Chigi, kantor perdana menteri, sebagai bagian dari upaya Italia untuk membuka kembali semua tempat ibadah, termasuk gereja-gereja Katolik, mulai 18 Mei. Syaratnya, langkah-langkah sanitasi dan jarak sosial diberlakukan oleh otoritas agama.

Sebelumnya, masjid, ruang sholat dan pusat-pusat Islam telah ditutup, bersama dengan tempat-tempat ibadah lainnya, sejak kebijakan lockdown dimulai pada 9 Maret.

Dikutip media arab selasa kemarin, perjanjian tersebut adalah tindakan resmi pertama yang ditandatangani oleh pemerintah Italia dengan perwakilan Muslim di negara itu dan dipandang sebagai tonggak menuju pengakuan hukum penuh dan pengakuan oleh negara.

Asosiasi Muslim yang mewakili komunitas Pakistan, Senegal dan Bengali di Italia menyambut gembira perjanjian tersebut. Protokol ini adalah hasil dari beberapa minggu bernegosiasi antara komunitas agama dan Kementerian Dalam Negeri mengenai perlindungan untuk pembukaan kembali masjid. (islampos.com/admin)

%d blogger menyukai ini: