Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan keputusan untuk membuka kedutaan di Palestina tidak semata-mata karena orang-orang di negara itu adalah Muslim. Tetapi Mahathir menekankan bahwa Malaysia selalu mendukung perjuangan Palestina, dan apa yang terjadi pada Palestina adalah pelanggaran terhadap ketidakadilan. Hal ini sebagaimana diungkapkan Mahathir pada konferensi pers bersama di Azerbaijan.

Mahathir menambahkan bahwa membuka kedutaan untuk Palestina adalah langkah berkelanjutan Malaysia dalam memberikan dukungan dan bantuan, selain untuk membela hak-hak rakyat yang tertindas. Dia juga menegaskan bahwa ada kekuatan yang mendukung pelanggaran HAM Israel terhadap hukum internasional, sehingga harus dilawan dengan dukungan dari berbagai pihak.

Mahathir juga berharap banyak orang ikut menyuarakan hak-hak Palestina agar dunia sadar akan ketidakadilan yang dilakukan terhadap Palestina. Sebelumnya, Mahathir dalam pidato utama acara KTT Gerakan Negara Non-Blok ke-18 mengumumkan bahwa Malaysia akan membuka kedutaan besar untuk Palestina. Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia menggambarkan komunitas internasional tidak melakukan apa-apa tentang nasib Palestina yang dijajah. (hidayatulloh.com/admin)

%d blogger menyukai ini: