Presiden Palestina Mahmud Abbas mengecam Amerika Serikat atas kebijakan Timur Tengah yang ditetapkan negara itu. Menurutnya, kebijakan yang dibuat oleh Negeri Paman Sam akan semakin menurunkan harapan terhadap perdamaian, serta membahayakan solusi dua negara. Hal ini sebagaimana diungkapkan Abbas dalam pernyataan di Debat Umum Majelis Umum PBB jumat kemarin.

Abbas mengatakan saat ini solusi dua negara menjadi sesuatu hal yang hampir tidak mungkin dicapai. Ia juga menilai bahwa solusi satu negara yakni Israel tak akan membuat orang-orang di dalamnya dapat hidup secara setara. Abbas menegaskan menginginkan solusi dua negara berdasarkan legitimasi internasional.

Melalui solusi dua negara, Palestina akan menjadi sebuah negara merdeka dan memiliki teritori di wilayah-wilayah yang menjadi sengketa dengan Israel, yaitu Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur. Kedua pihak akan hidup berdampingan, di mana hal ini didukung oleh Perserikatan Bangsa-bangsa bersama sejumlah negara-negara Arab, Uni Eropa, Rusia, serta Amerika.

Meski demikian, Israel justru menetapkan kebijakan pembangunan permukiman Yahudi di sejumlah wilayah tersebut setelah perang pada tahun 1967 lalu. Pihaknya juga secara jelas menginginkan Palestina tidak pernah berdiri sebagai sebuah negara merdeka dan hanya menjadi daerah otonomi di bawah administrasi mereka.

Karena itu, PBB juga telah mengeluarkan resolusi yang menentang pembangunan permukiman oleh Israel di wilayah konflik dengan Palestina. (internasional.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: