Majelis Ormas Islam atau MOI angkat suara terkait konflik yang terjadi di Papua. Perwakilan MOI, Ustadz Zaitun Rasmin mengatakan bahwa konflik Papua adalah masalah besar dan sensitif.

MOI pun meminta keseriusan pemerintah serta para tokoh dalam menyelesaikan masalah tersebut dengan turun ke lapangan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mengajak masyarakat Papua duduk bersama dan berdialog dan memberikan pernyataan-pernyataan yang menyejukkan hati.

Misalnya, dengan mengecam keras segala sikap dan ucapan rasis dari siapa pun. Dan tegakkan hukum terhadap pelaku tindakan rasis itu.

Ustadz Zaitun juga menambahkan, pemerintah harus tegas mengatasi kelompok separatis OPM. Menurut Zaitun, tak ada salahnya jika presiden meminta maaf atas nama bangsa Indonesia kepada masyarakat Papua atas tindakan rasis yang mereka terima.

Ia yakin jika pendekatannya persuasif, dialogis, dan menegakkan hukum kepada siapa pun yang bersalah, maka dengan izin Alloh dapat menyelesaikan masalah dengan sebaik-baiknya.

Situasi di Papua memanas setelah aksi massa anarkis terjadi di beberapa lokasi. Di Jayapura massa aksi melakukan pembakaran dan perusakan sejumlah sarana publik. Bentrokan yang terjadi telah menewaskan aparat keamanan, dan diduga telah menyebabkan jatuh korban sipil.

sumber: kiblat

%d blogger menyukai ini: