Majelis Ulama Indonesia atau MUI merespons positif pengesahan Undang-undang kebiri. MUI menilai, undang-undang ini bagian ijtihad untuk membuat pelaku kekerasan seksual pada anak menjadi jera.

Ketua MUI Ma’ruf Amin mengatakan, pihaknya belum membaca naskah undang-undang tersebut. Tapi dalam Islam ada hukum had yang sudah ditentukan dan ada hukum ijtihadi untuk membuat jera.

Sebelumnya, DPR telah mengesahkan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Perppu Kebiri menjadi undang-undang pada Rabu kemarin.

Aturan ini mengatur pemberatan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Hukuman tersebut berupa hukuman penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun, hukuman seumur hidup, hingga hukuman mati bagi pelaku kejahatan seksual anak. Hukuman tambahan juga bisa diberikan yakni berupa pengumuman identitas pelaku, kebiri kimia, serta pemasangan cip.

islampos.com

%d blogger menyukai ini: