Kuala Lumpur, Malaysia – Malaysia baru-baru ini mengecam keras keputusan Amerika Serikat yang menutup konsulatnya di Yerussalem dan menggabungkannya dengan kedutaan besarnya.

Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam pernyataannya menyebut tindakan tersebut tidak hanya mempertanyakan kredibilitas Amerika sebagai mediator dalam konflik Palestina-Israel, tetapi juga tujuan akhir Amerika di Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri Malaysia juga menyayangkan langkah itu yang dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap Palestina dan rakyatnya.

Sebelumnya, Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka menutup konsulatnya di Yerussalem, yang artinya secara efektif menurunkan status misi diplomatik utamanya ke Palestina.

Menurut Malaysia, langkah itu bertujuan menyamarkan upaya Washington untuk membuka kedutaan besar di Yerussalem.

Pada akhirnya, langkah itu akan menghentikan solusi dua negara yang didukung oleh sebagian besar komunitas internasional.

Dalam pernyataan tersebut, Malaysia menegaskan kembali dukungan mereka untuk solusi dua negara dan akan terus menentang setiap tindakan yang merongrong upaya perdamaian. (panjimas/admin)

%d blogger menyukai ini: