Departemen Pengembangan Islam Malaysia atau Jakim akan terus memantau setiap penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad di media sosial. Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri Urusan Agama, Ahmad Marzuk Shaary, mengatakan bahwa ada beberapa kasus terkait dengan unggahan di berbagai platform media sosial yang dibawa ke pengadilan. Hal itu menurutnya menunjukkan keseriusan Jakim dalam menangani masalah tersebut.

Ahmad mengatakan, sangat penting untuk menegakkan persatuan dan kerukunan antar komunitas multi-agama di negara itu. Menurutnya, harus diakui bahwa fenomena unggahan yang menyerang agama di Malaysia masih merajalela.

Departemen Pengembangan Islam Malaysia mengatakan akan terus memonitor komentar-komentar di media sosial, demi menghindari adanya ungkapan penistaan atau penghinaan terhadap Islam maupun Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wasallam.

Ahmad mengingatkan bahwa kebebasan untuk menggunakan media sosial yang diberikan pemerintah tidak boleh disalahgunakan untuk menyinggung dan menghina agama lain. Sebab, hal itu berpotensi menyebabkan ketegangan agama dan ras. (republik.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: