Masjid Persahabatan Indonesia dan Turkistan Timur atau Uighur berdiri di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.  Perwakilan donatur dari Turkistan Timur Seyit Tumturk meresmikan penggunaan masjid setelah dibangun pascatsunami Selat Sunda, Rabu kemarin.

Masjid berkonstruksi permanen tersebut berada di tengah pemukiman masyarakat dalam dua RT Desa Way Muli.  Masjid tersebut dibangun dari donatur umat Islam di Turkistan Timur bekerja sama dengan Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap dan masyarakat setempat.

Dewan Pembina ACT, Zulhemaidi Syukur, mengatakan latar belakang dibangunnya masjid persahabatan RI-Turkistan Timur tersebut adalah setelah kedatangan seyit tumturk, pemimpin asosiasi muslim Turkistan timur.  Seyit Tumturk mengatakan, setelah pulang dari Indonesia ia menggalang dana. Donatur datang dari Syekh  Muhammad Salih Nurussaadah yang meninggal pada 2018.  Syekh Muhammad Salih Nurussaadah, salah seorang ulama dari kalangan umat Islam Uighur, Turkistan Timur. Ia dikenal ulama yang disegani umat Muslim setempat. Selama hidupnya ia banyak membantu dan membangun umat Islam baik di negerinya maupun di luar negeri.

Sayit Tumturk berharap masjid yang telah dibangun dapat digunakan umat Islam sepenuhnya. Sehingga memakmurkan masjid di tengah pemukiman umat Islam, sehingga pahala amal jariyah dari donatur dapat terus mengalir.

Staf ahli Bupati Lampung Selatan Burhanuddin mengapresiasi bantuan yang diberikan Turkistan Timur atau umat Muslim Uighur di Desa Way Muli, yang telah ditimpa bencana tsunami Selat Sunda pada akhir tahun lalu. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: