Sebuah penelitian yang baru-baru ini diungkapkan menunjukkan bahwa media-media Amerika lebih negatif ketika memberitakan tentang Muslim dibandingkan minoritas lainnya.

Para peneliti dari Proyek Minoritas di Middlebury College meneliti berita yang meliput kaum minoritas, yaitu Afrika-Amerika, Asia-Amerika, Latin, Yahudi dan Muslim dari empat surat kabar nasional di negara itu sepanjang tahun 2018.

Lebih dari 26 ribu artikel yang diterbitkan di The New York Times, The Washington Post, The Wall Street Journal, dan USA Today dipilih untuk penelitian ini.

Artikel kemudian dinilai oleh para peneliti sesuai dengan nada positif dan negatif yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel mengenai Muslim mendapatkan rata-rata mendapatkan porsi berita yang bernada negatif.

Sebagamana dilansir Daily Sabah, Eric Bleich, yang memimpin penelitian ini mengatakan, ketika dia mengambil semua artikel yang ada untuk diteliti, maka tulisan mengenai Muslim masih lebih negatif daripada tulisan mengenai kelompok lain.

Namun, Bleich mencatat bahwa nada negatif dalam artikel Muslim berkurang dalam kurun lima tahun terakhir. Dia mengaitkan hal ini dengan berkurangnya liputan mengenai Muslim yang diambil dari krisis pengungsi Suriah dan kelompok teroris ISIS. (arrahmah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: