Pemerintah melalui Menteri Agama Fachrul Razi membantah adanya pengaturan teks khutbah. Menag menegaskan, tidak ada rencana pemerintah untuk mengatur teks khutbah Jumat. Menurut mantan Wakil Panglima TNI ini, apa yang pernah disampaikan hanyalah kebijakan yang berlaku di Uni Emirat Arab, bukan untuk diterapkan di Indonesia. Hal ini diungkapkan Menag di Jakarta rabu kemarin.

Menurut Menag, suatu hal yang bagus jika Indonesia ingin melakukan sesuatu, maka terlebih dulu melihat kondisi di negara lain. Menag hanya menyebutkan apa yang terjadi di Uni Emirat, bukan bermaksud menerapkannya di Indonesia.

Sebelumnya Menag berbagi cerita soal pertemuannya dengan Kepala Badan Urusan Agama Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab, Mohammed Matar Salem bin Abid Alkaabi di Abu Dhabi lalu. Keduanya berdiskusi soal penguatan moderasi beragama dan optimalisasi peran masjid.

Menag menyebut, pengalamannya saat berkunjung ke negara Arab sengaja diceritakan supaya dapat menjadi tambahan pemahaman dan wawasan bagi jajarannya di Kemenag.

Baru-baru ini beredar berita sebuah media online yang menyebut bahwa materi khutbah Jumat akan diatur pemerintah.

https://www.hidayatullah.com

%d blogger menyukai ini: