Menteri Agama Fachrul Razi mengklaim Peraturan Menteri Agama atau PMA Nomor 29 tahun 2019 tentang Majelis Taklim sudah bagus dan sesuai. Karenanya, ia menegaskan, PMA tersebut tidak akan dicabut. Hal ini sebagaimana diungkapkan Fachrul usai berbicara pada forum Silaturahmi kerja Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia ke-29 di Auditorium Universitas Negeri Padang, Sabtu kemarin.

Fachrul mengklaim, PMA Majelis Taklim dibuat untuk kepentingan masyarakat banyak. Kemenag ingin memberdayakan Majelis Taklim serta meningkatkan kualitas pendidikan Agama Islam. Menurutnya, Tidak sedikit masyarakat yang belajar agama melalui Majelis Taklim.

Dengan adanya majelis taklim yang terdaftar di Kementerian Agama, pemerintah daerah dan Kemenag di daerah dapat mengetahui jumlah majelis taklim di wilayahnya. Hal itu juga akan memudahkan pemerintah saat akan memberikan bantuan.  Sehingga menag mengatakan tidak ada alasan keputusan itu dicabut.

Sebelumnya, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra meminta Menteri Agama Fachrul Razi segera mencabut Peraturan Menteri Agama tentang majelis taklim yang menuai kontra dari banyak masyarakat. Menurutnya, negara terlalu jauh mengatur keagamaan yang selama ini dijadikan kaum ibu-ibu untuk menimba ilmu agama.

Azyumardi tidak sepakat dengan PMA yang mengharuskan majelis taklim mendaftarkan anggota, berikut mendata KTP anggota sampai melaporkan sumber dana majelis taklim. Harusnya menurut Azyumardi, negara cukup mengatur hal-hal yang pokok saja.

https://suaraislam.id

%d blogger menyukai ini: