Kementerian Agama tidak mewajibkan seluruh penceramah agama mengantongi sertifikat, meski program sertifikasi tetap berjalan. Hal ini sebagaimana diungkapkan Menteri Agama Fachrul Razi di Batam, Kepulauan Riau, Selasa kemarin. Ia mengatakan, saat ini kebijakan sertifikasi ulama masih dalam persiapan dan diharapkan selesai akhir bulan januari ini.

Kementerian Agama melibatkan sejumlah pihak dalam penerbitan sertifikasi itu, antara lain MUI dan BNPT. Sertifikasi terutama menekankan pengetahuan Pancasila. Meski begitu, MUI mengatakan seseorang tetap boleh memberikan ceramah tanpa berbekal sertifikat.

Dalam sambutannya pada acara silaturahim lintas agama di Batam, Fachrul menceritakan pengalamannya saat mengunjungi beberapa negara di Arab. Di salah satu negara, materi ceramah bahkan menggunakan teks yang sudah disiapkan. Dia mengklaim bahwa Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya perpecahan negara.

https://khazanah.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: