Kementerian Agama Republik Indonesia berencana menghidupkan wacana sertifikasi penceramah. Namun Menteri Agama RI Fachrul Razi mengatakan, hal itu tidak bersifat mandatori atau keharusan.

Ia menambahkan, sertifikasi penceramah ini rencananya akan diterapkan ke semua agama, tidak hanya Islam. Nantinya untuk mendapatkan sertifikat, penceramah harus mengikuti pelatihan dan pelajaran khusus.

Fakhrul mengatakan bahwa pihaknya akan memberi pelatihan dan pelajaran tambahan bagi penceramah, tentang alam, bencana, dan lain-lain.

Di akhir, ia mengingatkan bahwa masyarakat sekarang sudah melek pengetahuan. Generasi millenial pun semakin kritis dalam melihat isi dakwah, untuk itu penceramah dituntut agar bisa merespon tantangan zaman.

Ia juga meminta untuk menggunakan sarana media sosial untuk yang lebih baik. Media sosial harus diimbangi dengan hal-hal yang positif.

https://www.kiblat.net

%d blogger menyukai ini: