Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu menyatakan penyerangan oleh pasukan pendukung Bashar Assad di Suriah yang didukung Rusia telah mengakibatkan 300 ribu orang di Idlib telantar. Dilansir media turki selasa kemarin, Soylu menegaskan, Turki tidak akan pernah meninggalkan negara-negara tetangganya. Dia menambahkan Presidensi Manajemen Bencana dan Darurat Turki dan Bulan Sabit Merah Turki telah membantu banyak orang yang terkena dampak.

Turki terus berupaya intensif membantu semua orang yang terlantar melalui organisasi resmi dan juga organisasi non-pemerintahnya. Dia menekankan Turki tidak akan pernah meninggalkan anak-anak Suriah berada di lokasi pembantaian. Soylu juga menekankan pentingnya Turki bagi Timur Tengah. Ia juga menambahkan bahwa Selama Turki memiliki perdamaian dan stabilitas.

Pada 23 Desember lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Turki Sedat Onal beserta rombongan delegasinya melakukan kunjungan ke Moskow. Setelah kunjungan ini, serangan udara di Idlib dihentikan. Turki dan Rusia sebelumnya telah sepakat pada September 2018 untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

https://internasional.republika.co.id/

%d blogger menyukai ini: