Sahabat hijrah yang berbahagia, sunnah adalah warisan Rasulullah untuk kita sebagai umatnya. Sunnah Rasulullah adalah cahaya penerang di dalam kegelapan, Sunnah tersebut adalah apa yang telah Allah contohkan, perintahkan dan yang ditetapkan.

Sahabat, Allah menjadikan sunnah Rasulullah sebagai penjelas dan penjabar dari Al Qur’an yang mulia, yang merupakan sumber utama syariat Islam. Oleh karena itu, tanpa memahami sunnah Rasulullah dengan baik, seseorang tidak mungkin dapat menjalankan agama Islam dengan benar.

Berkaitan dengan hal ini, Allah berfirman di dalam quran surat an-nahl ayat 44.

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dari Allah , supaya mereka memikirkan.

Sahabat hijrah, Rasulullah adalah orang yang paling sempurna dalam memahami dan mengamalkan al-quran, menegakan hukumnya dan menghiasi diri dengan adab-adabnya.

Maka tak heran jika ibunda Aisyah berkata di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,yang artinya.

“Sungguh akhlak Rasulullah adalah Al Qur’an.

Sahabat hijrah, antara al-quran dan sunnah tidak akan bisa dipisahkan, keduanya adalah satu paket dan sama-sama sebagai landasan hukum dalam islam. maka sesat jika kita mencampakan sunnah dan hanya memegang al-quran sebagai landasan hukum.

Bahkan di dalam al-quran sendiri, Allah berfirman di dalam quran surat ali Imran ayat 31 yang berbunyi.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah Wahai Rasulullah: Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah sunnahku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Jadi sahabat, bohong namanya orang yang mengaku mencintai Allah tapi tidak mencintai Rasulullah dan tidak mencintai orang-orang yang dicintai oleh Rasulullah , bohong namanya jika kita mengaku mencintai Allah tapi membenci sunnah Rasulullah .

Bohong juga jika kita mengaku mencintai Rasulullah tapi tidak mengamalkan sunnah-sunnahnya, bahkan menjauhi syariat islam. Karena sahabat, bukti cinta itu ada dengan mengikuti dan meneladani, bukti cinta datang dari rasa ikhlas dan pengorbanan. jadi, banyak yang mengaku mencintai , tapi hakikatnya tidak bisa membuktikan rasa cinta. Cinta hanya ada di pengakuan lidahnya, tapi tidak dengan amal anggota badannya.

Adapun, tanda bukti cinta kepada Rasulullah yang utama adalah dengan meneladani beliau , mengamalkan sunnahnya, mengikuti semua ucapan dan perbuatannya, melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangannya, serta menghiasi diri dengan adab-adab atau etika yang beliau contohkan, dalam keadaan susah maupun senang dan lapang maupun sempit.

Sahabat hijrah, rasa cinta kita kepada Allah menuntut kita untuk taat pada apa yang Rasulullah perintahkan. Karena banyak yang melakukan kesalahan dengan alasan cinta kepada Rasul. Banyak yang menyalahi syariat dengan alasan mencintai Rasulullah , contohnya adalah dengan memuji Rasulullah secara berlebih-lebihan, bahkan menyematkan sifat-sifat ketuhanan dalam diri Rasulullah . Naudzubillah.

Makanya, Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah bersabda.

لاَ تُطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ

“Janganlah kalian memuji diriku secara berlebihan dan melampaui batas, sebagaimana orang-orang Nashrani melampaui batas dalam memuji Nabi Isa bin Maryam, karena sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba Allah, maka katakanlah. hamba Allah dan Rasul-Nya.” Hadits riwayat Bukhori.

Berkaitan dengan hadits tersebut, Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad mengutip perkataan Anas bin Malik berkata.

“Tidak ada seorang pun yang paling dicintai oleh para sahabat Rasulullah melebihi beliau. Akan tetapi jika mereka melihat beliau , mereka tidak berdiri untuk menghormati beliau, karena mereka mengetahui bahwa Rasulullah membenci perbuatan tersebut.

Sahabat hijrah, bentuk rasa cinta kita kepada Rasulullah adalah dengan meneladani Rasulullah , meneladani beliau dalam beribadah, bertingkah laku dan berkata, berpakaian bahkan dalam semua hal, hingga yang beliau cintai.

Tak heran jika Allah berfirman di dalam quran surat al-Ahzab ayat 21.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan balasan kebaikan pada hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Nah sahabat, kita sebagai seorang muslim yang mengaku mencintai Rasululah , terlebih lagi yang mengaku sebagai ahlus sunnah wal jama’ah, hendaknya menjadi orang yang paling semangat dalam mempelajari dan menerapkan sunnah Rasulullah dalam sikap dan tingkah laku. Khususnya, di zaman sekarang ketika sunnah Rasulullah menjadi asing dan jarang diamalkan di tengah-tengah kaum muslimin sendiri. Karena seorang muslim yang mengamalkan satu sunnah Rasulullah yang telah dilupakan.  dia akan mendapatkan dua keutamaan pahala sekaligus, yaitu keutamaan mengamalkan sunnah itu sendiri dan keutamaan menghidupkannya di tengah-tengah manusia yang telah melupakannya.

Semoga bermanfaat. Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

%d blogger menyukai ini: