Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memperingatkan bahwa keamanan yang belum kondusif di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, masih menjadi tantangan utama repatriasi atau pemulangan warga Rohingya dari kamp-kamp pengungsian di Cox’s Bazar, Bangladesh.

Retno menambahkan bahwa tugas mereka adalah meminta Myanmar untuk menciptakan situasi yang aman di tanah kelahiran orang rohingya. Ia juga menjelaskan jika masih banyak konflik di lapangan, maka para pengungsi tidak akan mau kembali. Hal ini sebagaimana diungkapkan Retno di kantor Kemlu, Jakarta, Senin kemarin.

Selain isu keamanan, ia mengingatkan, pemenuhan hak-hak warga Rohingya seperti hak hidup dan hak ekonomi juga perlu dijamin demi kelancaran proses repatriasi. Sehingga orang-orang Rohingya bisa kembali ke rumah mereka secara sukarela, aman, dan bermartabat.

Menteri luar negeri perempuan pertama Indonesia itu mengakui bahwa penyelesaian isu Rohingya tidak mudah karena berhadapan dengan kepentingan Myanmar sebagai negara berdaulat. Tetapi pada saat yang sama, sikap harus tegas karena menyangkut kemanusiaan.

Penyelidik independen PBB untuk Myanmar Yanghee Lee menyatakan bahwa situasi tidak aman bagi ratusan ribu Muslim Rohingya untuk dipulangkan ke Myanmar dari Bangladesh, karena Myanmar gagal membongkar sistem penganiayaan terhadap warga Rohingya. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: