Makassar, Sulawesi Selatan – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa agama dan negara sama-sama saling membutuhkan. Relasi keduanya adalah simbiosis mutualisme. Agama memerlukan wadah bangsa, kehidupan kebangsaan memerlukan nilai-nilai agama sebagai panduan, acuan di tengah kehidupan yang beragam.

Menag juga menegaskan bahwa para penyelenggara negara perlu dikontrol, diimbangi dengan nilai-nilai agama, agar jalannya pemerintahan tidak kering dari nilai. Hal ini sebagaimana diungkapkan Lukman Hakim pada saat membuka Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut kemenag, Religiusitas Indonesia juga tercermin dalam kehidupan bernegara. Alenia ketiga pembukaan UUD 1945, secara ekplisit ditegaskan bahwa kemerdekaan diraih atas berkat rahmat Allah Subhanahu Wata’ala. Menurut menag, Jarang  menemui negara di dunia ini, yang penyelenggaraan negaranya mengawali dengan sumpah atas nama Tuhan. (hidayatullah/admin)

%d blogger menyukai ini: