Di antara konspirasi orang-orang kafir dalam menghancurkan akidah umat Islam adalah menyebarkan paham pluralisme agama di negara-negara kaum muslimin. Makna pluralisme agama sebagaimana yang tercantum dalam fatwa Majelis Ulama Islam Nomor tujuh adalah, suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar, sedangkan agama yang lain salah. Bahkan pendengar, Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup serta berdampingan di surga.

Paham dan keyakinan pluralisme agama ini, tentu sangat bertentangan dengan akidah Islam yang murni. Berikut ini beberapa kritik dan bantahan terhadap aliran Pluralisme agama, yang dikutip dari Fatwa Lajnah Daimah:

Pertama, dalam aqidah Islam yang diketahui secara aksiomatis dan telah disepakati oleh kaum muslimin, bahwa tidak ada di muka bumi ini suatu agama yang benar kecuali agama Islam. Di mana Islam telah menjadi agama penutup bagi seluruh agama dan membatalkan ajaran agama-agama sebelumnya. Hal ini sebagaimana firman Alloh dalam surat Ali Imran ayat delapan puluh lima:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيْنًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فيِ الآخِرَةِ مِنَ الخَاسِرِيْنَ

Barangsiapa mencari agama lain selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”

Kedua, dalam aqidah Islam bahwa al-Qur`an adalah kitab yang terakhir yang diturunkan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Al-Quran juga membatalkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya; Taurat, Zabur, Injil, dan lain-lain serta menjaganya. Hanya kitab al-Qur`an yang harus dijadikan pedoman beribadah kepada Alloh sampai hari kiamat. Hal ini sebagaimana firman Alloh dalam surat Al-Maidah ayat keempat puluh delapan:

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ الله وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَآءَ هُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ

“Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumSnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Alloh Subhanahu Wa Ta’ala turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang.”

Alasan yang ketiga, mengapa Pluralisme agama ini bertentangan dengan Islam adalah karena di antara aqidah Islam, kita wajib meyakini bahwa setiap orang yang diluar Islam; Yahudi, Nasrani, dan selain mereka dinamakan kafir, musuh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, dan dia adalah penghuni neraka, jika meninggal dunia masih dalam kekkufurannya. Hal ini sebagaimana dalam firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, Qur`an Surat Al Bayyinah ayat enam:

إِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِيْنَ فِيْهَا أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang kafir dari kalanagan Ahli Kitab yaitu Yahudi dan Nashoro, dan orang-orang musyrik akan masuk ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruknya mahluk.”

Alasan yang keempat adalah bahwa propaganda pluralisme agama, pendekatan agama-agama, dan peleburan agama-agama adalah makar yang keji dari orang-orang kafir. Karena telah mencampuradukkan antara yang hak dan yang batil, dapat meruntuhkan Islam, merongrong sendi-sendinya, serta menyeret pemeluknya ke arah pemurtadan total, yang telah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala sebutkan dalam Qur’an Surat Al- Baqoroh ayat dua ratus tujuh belas:

وَلاَ يَزَالُوْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوْكُمْ عَنْ دِيْنِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوْا

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian sampai mereka dapat memurtadkan kalian seandainya mereka sanggup.”

Alasan yang Kelima adalah, bahwa dampak dari propaganda nista ini akan menghilangkan perbedaan antara Islam dan kafir, antara haq dan batil, antara ma’ruf dan mungkar, memecah pembatas kebencian antara muslim dan kafir, tidak ada lagi wala’ dan bara’, tidak ada jihad, tidak ada berperang menegakkan kalimah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala di bumi Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Padahal Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Qur`an Surat At- Taubah ayat dua puluh sembilan:

قَاتِلُوْا الَّذِيْنَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُوْنَ مَا حَرَّمَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ وَلاَ يَدِيْنُوْنَ دِيْنَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوْا الْجِزْيَةَ عَنْ يَّدٍ وَهُمْ صَاغِرُوْنَ

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak pula pada hari kemudian dan tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar yaitu agama Alloh Subhanahu Wa Ta’ala), yaitu orang-orang yang diberi Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk

Dan masih banyak lagi alasan-alasan lainnya yang menunjukkan bahwa Pluralisme agama ini bertentangan dengan agama Islam.

Jadi pendengar rohimakumulloh, pluralisme agama yang marak disuarakan oleh sebagian anak-anak kaum muslimin ini adalah sangat bertentangan dengan agama Islam. Dan Sebenarnya itu adalah penghancuran akidah Islam yang bersumber dari Yahudi dan Nashoro dan musuh-musuh Islam lainnya. Semoga Alloh menjaga kaum muslimin dari aliran dan keyakinan sesat dan menyesatkan. Amin..

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: