Dewasa ini, ada sebuah konspirasi besar dan berbahaya yang sangat gencar merebak di negeri-negeri kaum muslimin. Sayangnya, masih sedikit di antara kaum muslimin yang menyadari tentang bahaya konspirasi ini. Padahal, jika konspirasi ini benar-benar terwujud, maka akidah, kehormatan, dan stabilitas keamanan kaum muslimin akan terancam. Konspirasi ini adalah Syiahisasi negeri-negeri kaum muslimin termasuk negara kita tercinta Indonesia oleh bangsa Majusi Syiah Iran.

Sejak bergulirnya revolusi Iran di bawah kepemimpinan Khomeini, Iran berubah menjadi sebuah Negara digdaya di kawasan Arab. Kekuatan militer mereka berkembang pesat. Pun, mereka kerap melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan-kebijakan Barat yang diskriminatif, di mana hanya negara-negara yang bernyali yang bisa melakukan hal tersebut. Tak pernah gentar terhadap gertakan Negara adidaya AS seputar pengembangan teknologi nuklirnya. Seringkali pula menunjukkan kepeduliannya atas negeri-negeri muslim yang lemah dan terjajah, walaupun hanya sekedar memberikan komentar pedas dalam forum-forum dunia. Begitu besar sikap permusuhannya terhadap Israel Yahudi yang telah banyak menelan jiwa kaum muslimin. Mereka kaum Syiah Iran terlihat ingin menyatukan kaum muslimin, sebagaimana yang tertuang dalam slogan yang didendangkan oleh Khomeini dan para pengikutnya, “La Syarqiyyah Wala Ghorbiyyah Walakin Islamiyah.” Artinya “Tidak ada Blok Barat dan Blok Timur yang ada adalah Umat Islam.”
Sepak terjang Iran ini, secara umum telah banyak menyihir dan menarik simpati kaum muslimin dunia. Karena pasca runtuhnya kekhilafahan Turki Utsmani, kaum muslimin telah kehilangan pelindungnya. Dan kini Iran muncul menentang kezhaliman dunia Barat (kafir) terhadap dunia Islam di tengah kebisuan dan ketidakberdayaan para pemimpin-pemimpin negeri Arab.
Secara kasat mata memang seperti itulah adanya. Namun sejarah telah berkata lain tentang Iran yang berakidahkan Syiah Ghulat. Lihatlah bagaimana syiah mempunyai andil atas terbunuhnya sahabat Rosululloh yang mulia, Ali bin Abi Thalib . Begitu juga pengkhianatan mereka atas Husein. Dan tak akan hilang dari catatan sejarah bagaimana syiah berkonspirasi dengan pasukan Tar-Tar untuk mengkudeta kepemimpinan Harun Ar-Rasyid. Sejarah justru bertutur bahwa Syiah adalah musuh besar bagi kaum muslim sunni.
Lalu bagaimana dengan Syiah Iran saat ini? Tindak-tanduknya memang terlihat pro terhadap Islam, tapi wajib diketahui bahwa orang-orang syiah adalah orang – orang yang pendusta. Saat ini mereka berkata A, sedetik kemudian mereka berpaling akan berubah menjadi B. Hal ini karena mereka memasukkan dusta sebagai bagian dari akidah (taqiyah). (lihat kitab Al-kafi karya al-Kulaini 2/219)
Banyak fakta telah terungkap bahwa pada kenyataannya permusuhan Iran justru tertuju kepada Islam itu sendiri. Dalam situs suaramedia.com disebutkan bahwa di Ibukota Iran, Teheran. Tidak ada satupun Masjid sunni berdiri di sana, justru Sinagog bertebaran hingga lebih dari 45 buah! Padahal populasi muslim sunni di Iran adalah terbesar kedua setelah Syiah. Itu hanya secuil bukti ketimpangan amal perkataan dengan fakta lapangan.

Mungkin banyak juga yang belum tahu kalau Imam Khomeini memimpin Revolusi dari tempat pengasingannya di Perancis. Tapi pasti kaum muslimin tahu kalau Perancis dan AS adalah sekutu intim. Tentu ada permainan diantara mereka bertiga; Khomeini, Perancis dan AS (dalam hal ini CIA). Pun pada masa kekuasaannnya Khomeni, Iran telah bermesraan dengan AS dan Israel. Kita bisa ketahui hal ini dalam kasus skandal “Iran kontra”.
Dan mungkin tidak banyak orang tahu kalau yang memuluskan jalan Amerika untuk menyerang Irak yang mayoritas Sunni salahsatunya adalah Syiah Iran. Syiah Iran mengizinkan kapal induk Amerika memasuki wilayah perairan Teluk Persia Iran dan menjadikannya sebagai basis militer angkatan laut dan udara Amerika. Mereka juga memberikan bantuan berupa pemberian informasi intelijen ke AS. Seandainya memang Iran pro terhadap kaum muslimin tentunya hal itu tidak akan terjadi.
Adalah kenyataan yang tak dapat dipungkiri lagi bahwa Syiah memiliki kebencian yang mendalam kepada Sunni. Kita bisa dapati hal tersebut pada kitab – kitab rujukannya. Jika kita mau sedikit saja berusaha mencari informasi tentang hal ini, maka itu sudah cukup bagi kita untuk dapat menemukan sekian banyak bukti kekejaman syiah terhadap sunni. Mereka tega membantai 500 orang sunni yang berada dipenjara dengan cara merubuhkan penjara tersebut.
Mereka tega membantai orang sunni hanya lantaran memiliki nama para sahabat yang mulia; Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Mereka tega menggantung para ulama Sunni dengan tuduhan – tuduhan yang tak berbukti. Apakah seperti ini kelakuan pelindung umat?! Tidak, mereka hanya melindungi diri mereka sendiri sebagai syiah bukan sebagai bagian kaum muslimin sebagaimana yang kerap mereka gembar – gemborkan dihadapan publik.
Kini Iran tengah berusaha mengekspor revolusinya ke berbagai negara, terutama wilayah Arab. Di Libanon, Suriah dan Bahrain, Syiah telah menancapkan ideologinya. Mereka berusaha menguasai negara – negara terusan Suez dengan maksud agar mempermudah suplai senjata kepada pejuang – pejuang mereka. Mereka telah masuk ke Eritrea yang miskin, dan sedang menuju ke gerbang laut merah yang mengontrol terusan Suez. Dari sini Iran dapat mengancam Yaman dan Arab Saudi dan meneruskan persenjataannya ke Sudan dan Mesir Setidaknya itulah yang dikatakan oleh mantan panglima perang dan Ahli Strategi Mesir, Hussam Sweilem. Masih menurut Hussam Sweilem, bahkan Syiah Iran memiliki departemen tersendiri di kementrian dalam negeri yang menangani program ekspor ideology syiah ke luar negeri.
Belum lagi fakta-fakta lainnya yang juga menunjukkan kekejaman Syiah terhadap kaum Sunni. Dan yang terbaru adalah pemberontakan Syiah Houtsi Yaman terhadap pemerintahan sah Yaman. Dalam pemberontakan tersebut, mereka tidak segan-segan membunuh kaum muslimin.

Selama akidah yang dianut adalah Syiah, maka para pemeluknya akan senantiasa berusaha menghancurkan dan membinasakan kaum muslimin dengan menghalalkan segala cara. Walaupun jumlah mereka sedikit dan minoritas, mereka tetap berbahaya bagi kaum muslimin. Apalagi jika mereka menjadi mayoritas, maka nasib kaum muslimin Sunni akan jauh lebih tragis lagi. Wallohu Alam. Semoga Alloh melindusngi kaum muslimin dari bahaya konspirasi Syiah Iran. Amin. Wallohu Ta’ala a’lam…

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: