Polisi dengan pentungan dan tembakan gas air mata bentrok dengan ratusan pelajar di New Delhi. Tayangan televisi menunjukkan, pengunjuk rasa Muslim membakar plakat di Amritsar sementara demonstrasi lainnya diadakan di Kolkata, Kerala, dan Gujarat. Protes di India terhadap undang-undang anti-Muslim tentang kewarganegaraan baru menyebar ke wilayah lain pada hari Jumat, sehari setelah dua orang ditembak mati oleh polisi di timur laut negara itu.

Protes di Guwahati di timur laut, juga mengakibatkan puluhan orang dirawat di rumah sakit dengan luka tembak. Kerusuhan mendorong Modi dan mitra Jepang Shinzo Abe menunda pertemuan puncak di daerah yang dijadwalkan untuk hari Ahad.

Dengan empat orang masih dalam kondisi kritis akibat sikap represif polisi, kantor hak asasi manusia PBB di Jenewa meminta India untuk menghormati hak untuk berkumpul secara damai, dan untuk mematuhi norma-norma dan standar internasional ketika menanggapi protes.

Akses internet ditangguhkan di banyak wilayah kota, beberapa ribu orang berkumpul untuk aksi protes pada hari Jumat dan tidak ada insiden besar yang dilaporkan. Took-toko dan pompa bensin tutup karena aksi tersebut.

Pihak berwenang di Meghalaya, negara bagian timur laut lainnya, memutus internet seluler dan memberlakukan jam malam di beberapa bagian ibukota Shillong. Menurut sebuah laporan, sekitar 20 orang terluka dalam bentrokan di sana pada hari Jumat.

https://www.kiblat.net/2019/12/14/protes-di-india-merebak-usai-dua-demonstran-mati-ditembak/

 

%d blogger menyukai ini: