Quetta, Pakistan – Pakistan mulai melakukan persiapan perang di perbatasan, di tengah kekhawatiran pembalasan dari India setelah serangan bom di Pulwama. Sementara itu, kepala Jaish-e-Muhammad Mas’ud Azhar meminta pemerintah Imran Khan tidak membuat kesepakatan di bawah tekanan India.

Laporan ini dipublikasikan Times of India dari dokumen resmi yang diperoleh.

Militer Pakistan yang bermarkas di Daerah Logistik Quetta mengirim surat ke Rumah Sakit Jilani pada 20 Februari untuk mengatur dan merencanakan bantuan medis, sebagai persiapan perang dengan India.

Surat perintah juga meminta rumah sakit swasta untuk menyisihkan 25 persen tempat tidur mereka untuk tujuan bersama sekutu.

Pada hari Kamis, pemerintah Kashmir yang berada di bawah kendali Pakistan, mengirim surat kepada pemerintah daerah di sepanjang Garis Kontrol untuk mengeluarkan imbauan bagi para penduduk terkait serangan balasan dari India. Surat pemerintah Kashmir juga mengimbau penduduk untuk mengambil rute aman setiap kali bepergian.

Pemerintah setempat juga telah diminta untuk menyarankan penduduk untuk menhindari perjalanan yang tidak perlu di dekat wilayah Garis Kontrol. (kiblat/admin)

%d blogger menyukai ini: