Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, patroli gabungan Turki dan Rusia di timur laut Suriah akan dimulai pada Jumat. Keputusan itu sejalan dengan kesepakatan yang sudah dicapai antara Ankara dan Moskow. Erdogan mengatakan bahwa turki dan rusia akan memulai kerja sama di lapangan pada hari ini dan memulai patroli bersama. Hal ini sebagaimana diungkapkan Erdogan kepada parlemen dalam pidato yang disiarkan televisi kamis kemarin.

Pengumuman tersebut datang setelah delegasi militer Rusia mengunjungi Turki untuk membahas rencana patroli yang telah dibahas. Pengumuman oleh Kremlin menyatakan, milisi Kurdi yang dianggap sebagai teroris oleh Ankara telah meninggalkan wilayah tersebut.

Erdogan mengatakan, pihak berwenang Rusia telah memberi tahu Ankara sekitar 34 ribu anggota kelompok teror telah mundur, bersama dengan lebih dari 3 ribu persenjataan berat.

Dia pun kembali menekankan Turki berhak untuk melakukan operasinya, jika mereka mengidentifikasi milisi Kurdi atau ketika pasukannya dan sekutu oposisi Suriah diserang.

Pada 9 Oktober, Turki melancarkan serangan yang bertujuan membuat “zona aman” yang bersih dari Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin Kurdi.

Sementara itu, media pemerintah Suriah hari Rabu melaporkan, pasukan pemerintah bentrok dengan pasukan yang didukung Turki di dekat kota perbatasan Ras al-Ain. Pasukan oposisi yang didukung Turki mengatakan serupa, bentrokan itu telah terjadi dalam beberapa hari terakhir dengan pasukan Suriah di selatan kota, yang sekarang di bawah kendali Turki. (internasional.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: