Mantan menteri pertahanan Gotabaya Rajapaksa diambil sumpah menjadi presiden Sri Lanka yang baru hari Senin kemarin. Sumpah berlangsung di kuil Ruwanwelisaya di Anuradhapura, 200 kilometer dari Kolombo.

Penetapan kemenangan yang sebelumnya diumumkan Komisi Pemilihan Umum Sri Lanka ini di tengah adanya kekhawatiran bahwa presiden baru akan mengambil kebijakan-kebijakan yang pro-China, serupa dengan saudaranya Mahinda Rajapaksa, yang menjabat sebagai presiden hingga 2015 silam.

Rajapaksa meyakinkan semua komunitas di negara itu dengan berjanji memberi kebebasan untuk menjalankan ibadah mereka masing-masing. Hari Senin, Gotabaya Rajapaksa mengirimkan pesan pada dunia internasional bahwa pemerintahannya akan netral, menghindari konflik dan memperkuat keamanan nasional.

Pengumumannya juga masih memberikan rasa kecemasan warga minoritas Muslim. Sebelum ini, menjelang pencoblosan, Hilmy Ahmed, wakil presiden Dewan Muslim Sri Lanka, mengaku banyak diteror suara tidak dikenal agar memilih Gotabaya Rajapaksa. Ancaman tak dikenal itu memaksa komunitas muslim untuk memilih gotabaya atau akan dibakar rumahnya dan dibunuh anggota keluarganya.

Kampanye pemilihan presiden Sri Lanka, telah melahirkan rasa ketakukan kalangan Muslim. Menurut muslim sri Lanka, Hampir semua ekstremis nasionalis bersatu di belakang Gotabaya Rajapaksa. Sehingga komunitas muslim khawatir mereka keluar dengan agenda dan serangan rasis dan anti muslim.

https://www.hidayatullah.com

%d blogger menyukai ini: