Mualaf Center Baznas akan memperkenalkan buku panduan fikih mualaf. Buku ini merupakan kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia. Direktur Mualaf Center Baznas, Sholahuddin el-Ayyubi mengatakan bahwa pengerjaan buku tersebut baru berjalan 50 persen.

Ia juga mengatakan bahwa proses penyusunan buku tersebut memang tidak bisa buru-buru dan perlu kehati-hatian dalam menyusunnya. Menurutnya, pengerjaan buku fikih mualaf memang tidak terlalu rumit namun perlu alternatif untuk memudahkan sehingga membuat mualaf cinta kepada Islam.

Ihwal pola pembinaan mualaf, Sholehuddin menyebut  pola pembinaan mualaf memang masih fokus pada pembinaan pemahaman Islam. Perhatian untuk lebih lanjut belum berjalan. Menurutnya, ekonomi dan pembinaan lainnya perlu dipikirkan. Karena pelaksanaannya tidak mudah. Karena itu perlu adanya  kolaborasi misalnya, kolaborasi dengan lembaga yang ada fokus pemberdayaan, fasilitas dai, atau pengadaan dai. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: