Ketua Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi, Dadang Kahmad menegaskan bahwa perlu ada penelitian yang valid jika materi jihad dan khilafah menjadi pemicu radikalisme. Menurutnya, jangan sampai Kemenag membuat aturan tanpa dasar penelitian. Sehingga keputusan-keputusan pun jangan sampai asal kemauan saja tanpa dasar penelitian. Menurutnya, pelajaran mengenai peperangan Nabi menjadi pemicu Radikalisme tidaklah berdasar. Hal ini diungkapkan dadang kepada media hari rabu kemarin.

Ia sendiri mengaku belajar soal fiqih dan sejarah jihad dan tidak menjadi radikal. Bahkan, para ulama yang ada di Indonesia juga mempelajari masalah tersebut. Dadang menegaskan bahwa terlalu vulgar jika mengaitkan ajaran Islam dengan terorisme. Ia menilai, tindakan tersebut seperti halnya padangan orang barat yang non muslim menganggap bahwa orang Islam teroris.

Dia juga mengaku sedih kalau stigmanya datang dari para pemimpin yang notabene adalah orang muslim. Dia juga meminta untuk tidak mencurigai masyarakat secara keseluruhan sehingga timbul prasangka

https://www.kiblat.net

%d blogger menyukai ini: