Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad menilai standard atau ukuran bagus-tidaknya seseorang menjadi khatib bersifat kualitatif dan subyektif. Menurutnya, masyarakatlah yang menyeleksi maupun memilih seseorang untuk menjadi khatib. Hal ini sebagaimana diungkapkan Dadang kepada media kamis kemarin.

Dadang pun mempertanyakan maksud pemberlakuan sertifikasi khatib yang akan diberlakukan. Menurutnya, jangan sampai sertifikasi khatib itu menghambat mekanisme khutbah di masjid-masjid di daerah, sehingga mereka tidak diperbolehkan untuk bicara. Sementara kebutuhan khatib sangat besar seiring dengan semakin banyaknya jumlah masjid.

Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia akan memberlakukan sistem dan mekanisme khatib bersertifikat. Ketua Umum Ikatan khatib DMI, Hamdan Rasyid, mengatakan sistem khatib bersertifikat ini tujuannya agar ada ukuran standar untuk para khatib. Dengan begitu, Hamdan berharap ke depan semua khatib bersertifikat. Hal ini diungkapkan hamdan selasa sebelumnya.

https://khazanah.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: