Terkait adanya kelompok pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Cianjur, Jabar, MUI Cianjur mengimbau warga mewaspadai dan menjauhi perilaku yang mendekati syirik atau menyekutukan Allah, termasuk praktik penggandaan uang secara gaib.

Sekretaris MUI Cianjur, Ahmad Yani, pada Selasa kemarin mengatakan bahwa, meski dunia gaib harus diyakini keberadaannya, namun sebagai Muslim harus menjauhi perbuatan tersebut.

Ahmad Yani melanjutkan bahwa dengan maraknya pengikut Dimas Kanjeng termasuk di Cianjur, maka pihaknya membuka posko pengaduan untuk warga yang menjadi pengikut sekaligus korban penggandaan uang Dimas Kanjeng

Posko tersebut didirikan agar warga yang menjadi korban dapat melapor dengan mudah dan langsung ditindaklanjuti sekaligus didampingi pengacara khusus yang telah disiapkan MUI Cianjur. Ia juga mengatakan bahwa, posko tersebut sifatnya sebagai mediator korban yang akan ditindaklanjuti laporannya ke pihak berwajib.

REPUBLIKA.CO.ID 

%d blogger menyukai ini: