Morotai – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara mengambil langkah cepat untuk meredam emosi masyarakat agar tidak meluas, dengan melaporkan Yayasan Barokah Surya Nusantara atau YBSN.

YBSN, yang diduga memanfaatkan acara puncak sosialisasi narkoba dan seks bebas bertajuk karnaval merah putih, untuk membaptis 500 siswa SD hingga sekolah menengah atas di Morotai, di pantai Army Dock, Kamis, 21 Februari 2019 lalu.

Dalam laporan melalui surat yang ditanda tangani Sekretaris Daerah Pulau Morotai, Muhammad M Kharie, kegiatan karnaval merah putih yang merupakan rangkaian dari sosialisasi narkoba dan seks bebas oleh YBSN di pantai Army Dock Morotai, dianggap menimbulkan keresahan di masyarakat.

Karena itu Pemkab meminta Polres Morotai segera menelusuri akar permasalahan yang mengakibatkan timbulnya keresahan di masyarakat. Pemkab juga mengutuk keras Yayasan Barokah Surya Nusantara dan meminta untuk diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Majelis Ulama Indonesia kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara juga melaporkan kasus dugaan baptis 500 siswa yang dilakukan YBSN, di pantai Armydoc Nepebest, Kamis 21 Februari 2019 ke Polda Maluku Utara.

Ketua MUI Morotai, Ustaz Arsad Haya mengaku, telah melaporkan masalah ini ke Ketua MUI Provinsi Maluku Utara disertai bukti-bukti visual dan foto untuk ditindaklanjuti dengan proses hukum di Polda Maluku Utara. (panjimas/admin)

%d blogger menyukai ini: