Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia atau LPPOM MUI Provinsi Gorontalo, Prof Astin Lukum mengatakan, para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM perlu didorong untuk mendapatkan sertifikat halal.

Astin mengatakan, hanya ada dua pelaku UKM di Gorontalo Utara yang berhasil mengantongi sertifikat halal dari MUI. Menurutnya, jika produk yang dihasilkan unggul di pasaran, maka seluruh persyaratan keamanan pangan wajib dipenuhi, khususnya sertifikat halal dari MUI. Hal ini diungkapkan astin pada kegiatan “Workshop Smart Innovation” yang digelar Bappeda Gorontalo Utara, Jumat kemarin.

Tujuannya, agar ada jaminan mutu dari produsen terhadap produk yang dihasilkan. Selain itu, produk pangan bersertifikat halal lebih mudah bersaing secara global.

Sertifikat kehalalan pun memudahkan produk-produk UKM dapat dipasarkan lebih luas baik di tingkat provinsi maupun nasional. Menurut dia, itulah mengapa produk-produk UKM di Gorontalo Utara tidak mampu berkembang, padahal produk-produk yang dihasilkan sangat inovatif, kreatif dan beragam.

Ia mengatakan pelaku UMKM pun sudah harus berpikiran maju di era perdagangan global saat ini, sebab para penjual bakso dan asongan saja sudah harus memiliki sertifikat halal, apalagi produk-produk jajanan dalam kemasan. Pemerintah daerah pun perlu menyosialisasikan regulasi dan perizinan terkait produk-produk pangan yang akan dipasarkan. Apalagi untuk pengurusan sertifikat halal tidak memerlukan biaya alias gratis. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: