Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia mengingatkan pentingnya membangun kesalehan sosial untuk kemaslahatan. Membangun kesalehan sosial bisa dimulai dengan mengembangkan potensi ekonomi umat seperti zakat, sedekah dan infak. Wakil Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, Agus Abdul Ghofur mengatakan, membicarakan ekonomi umat di masjid sangat baik sekali. Sebab dengan terbukanya mata umat terhadap ekonomi akan membangkitkan semangat usaha mereka untuk mandiri dan wirausaha. Hal ini sebagaimana diungkapkan Agus kepada media selasa kemarin.

Namun, dia mengingatkan, upaya umat membangun perekonomian tetap ujungnya harus untuk bekal di akhirat. Ia menjelaskan bahwa membangun ekonomi yang dibicarakan di masjid termasuk juga ekonomi yang menuntun Muslim untuk mencari bekal akhirat. Contohnya zakat, sedekah dan infak yang bisa digunakan untuk menolong sesama.

Dengan zakat, infak dan sedekah itu maka Muslim bisa bersama-sama membangun masjid, madrasah, jembatan, rumah sakit dan lain sebagainya untuk kepentingan umat manusia. Melalui kegiatan ekonomi semacam ini umat mendapat keuntungan di dunia dan akhirat.

Agus juga menegaskan, Islam mengajarkan untuk membangun kesalehan individu tapi lebih utama membangun kesalehan sosial. Dengan kesalehan sosial bisa menciptakan kemaslahatan untuk umat dan bangsa

https://khazanah.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: