Majelis Ulama Indonesia melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan dewan imam nasional australia baru-baru ini. MoU itu terkait kerja sama antara kedua belah pihak dalam pengembangan Islam di masa mendatang.

Dewan Imam Nasional Australia adalah organisasi yang menghimpun imam-imam dari berbagai negara bagian dan wilayah di Australia. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Muhyiddin Junaidi mengatakan, penandatangan MoU ini terbatas pada masalah kerja sama di bidang ukhuwah Islamiyah, dakwah, dan pendidikan. Hal ini sebagaimana diungkapkan Muhyidin di Gedung MUI Pusat, Menteng, Jakarta pekan ini dikutip dari website resmi MUI pada Kamis kemarin.

Ia menegaskan, kerja sama tersebut hanya mengenai tugas pokok dan fungsi MUI saja. Sedangkan kerja sama pada bidang halal tidak masuk dalam MoU itu, sebab, saat ini wewenang tersebut ada di Badan Pemeriksa Jaminan Produk Halal Kementerian Agama.

Sedangkan Presiden dewan imam nasional australia, Imam Shady Alsuleiman menjelaskan, kerjasama antara kedua belah pihak tersebut sangat penting. Menurut Imam Shady, posisi Indonesia dan Australia yang berdekatan adalah aspek yang harus dicermati. Hubungan umat Islam di kedua negara itu pun patut diperhatikan agar kerja sama tersebut semakin baik. (hidayatullah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: