Majelis Ulama Indonesia mulai melakukan standardisasi dai di kantor MUI, Jakarta. Menurut Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat, Kholil Nafis, standardisasi dai lebih dikenal dengan sebutan dai bersertifikat. Sehingga merekalah yang akan direkomendasi oleh MUI sebagai dai. Hal ini sebagaimana diungkapkan Kiai Kholil dalam keterangan tertulisnya yang diterima media selasa kemarin.

Menurut Kholil, standardisasi dai dalam rangka menyatukan persepsi dalam mengembangkan ajaran Islam dan mengoordinasi langkah dakwah. Sehingga diharapkan maksimal dalam menyebarkan dakwah Islamiyah. Materi bahasannya secara garis besar meliputi wawasan ke-Islaman, wawasan kebangsaan, dan metode dakwah.

Lebih jauh, ia menjelaskan, materi Wawasan Islam  moderat mengulas tentang paham Islam yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan dijelaskan oleh para Sahabat beliau. Selain itu, dai harus mengikuti aqidah Ahlussunnah wal-jemaah. Yakni Islam yang tidak ekstrem kanan juga tidak ekstrem kiri.

Kemudian, tambahnya, mengenai Metode Dakwah, yang disepakati adalah yang menguatkan keagamaan Islam sekaligus memperkokoh persatuan dalam bingkai NKRI. Permasalahan khilafiyah harus ditoleransi dan menghormati perbedaan. (hidayatulloh.com/admin)

%d blogger menyukai ini: