Pimpinan MUI Muhyidin Junaidi menyebut kasus Sukmawati lebih daripada Ahok. Sebab, ia menilai Sukmawati bukan kali pertama menyakiti umat Islam. Hal ini diungkapkan Muhyidin di Depok, Jawa Barat, Kamis kemarin.

Muhyidin juga menekankan bahwa parat penegak hukum diminta proaktif melakukan penegakan hukum secara tegas, cepat, proporsional, dan profesional dengan memperhatikan rasa keadilan masyarakat. Agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap penegakan hukum.

Menurut Muhyidin, Sikap keagamaan soal Ahok, berlaku juga dengan Sukmawati. Karena sama menistakan Agama. Muhyiddin menegaskan, Sukmawati harus diingatkan secara tegas. Supaya kedepannya, baik Sukmawati maupun orang lain tidak melakukan penistaan agama lagi.

https://www.kiblat.net

%d blogger menyukai ini: