Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mimika menyatakan bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi harkat jiwa seseorang.

MUI menyatakan, dalam Islam, diharamkan melakukan penganiayaan dan pendzaliman serta pembunuhan dengan cara keji dan bathil terhadap umat manusia dan kemanusiaan.

Oleh karena itu, MUI menyerukan semua pihak agar menjaga persatuan dan persaudaraan terkait krisis yang terjadi di tanah Papua belakangan ini.

Ketua Umum MUI Kabupaten Mimika Muh Amin bersama Sekretaris Umum Abdul Syakir dalam surat edarannya mengimbau untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa tanpa membedakan agama, suku, dan asal daerah karena kita adalah NKRI.

MUI Mimika mengajak semua pihak agar tidak terpancing dan terprovokasi dengan berbagai kejadian, baik dari luar Timika maupun yang dari dalam.

MUI Mimika juga mengingatkan umat khususnya kaum Muslimin agar tidak termakan isu hoax di media sosial.

Kepada para khatib dan mubaligh, MUI berpesan agar mereka menyampaikan tausiyah agama hendaknya santun, terarah, dan terukur.

Sikap tersebut diambil MUI Mimika berdasarkan rapat pada Sabtu (28/09/2019) tentang situasi terkini di Papua dan Mimika khususnya.

(hidyatullah.com/admin)

 

%d blogger menyukai ini: