Majelis Ulama Indonesia meminta Gubernur Aceh Nova Iriansyah mencabut surat edaran tentang larangan menggelar pengajian selain mazhab syafi’I di masjid atau mushala milik pemprov Aceh. Surat edaran dikeluarkan Nova Iriansyah pada Jumat, 13 Desember 2019.

MUI mengimbau pemerintah Aceh bersikap lebih mengedepankan kebersamaan dan mencabut surat edaran tersebut. Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas selasa kemarin.

Menurut Anwar, surat edaran itu harus dicabut agar di Aceh dan di seluruh Tanah Air dapat tercipta kehidupan keagamaan yang sejuk aman dan damai. Menurutnya, surat edaran melarang pengajian agama selain mazhab Syafiiyah tidak mencerminkan kearifan dan toleransi, yang merupakan ciri dan watak bangsa dan umat Islam Indonesia serta mayoritas rakyat Aceh sendiri. Menurutnya, Semestinya pemerintah Daerah Istimewa Aceh menghargai perbedaan pendapat yang merupakan sikap dan pandangan dari Imam Syafii itu sendiri.

Anwar menerangkan, dalam masalah yang masuk ke dalam ranah ikhtilaf, hendaknya umat benar-benar mengedepankan toleransi dan saling menghargai. Kecuali ketika masalah-masalah yang dihadapi itu bersifat ushuliyah atau pokok.

Anwar mengimbau pemerintah Aceh bersikap lebih mengedepankan kebersamaan dan segara mencabut surat edaran tersebut.

https://khazanah.republika.co.id/

%d blogger menyukai ini: