Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Pusat melalui Komisi Ukhuwah Islamiyah menyelenggarakan kegiatan silaturahim nasional di Kantor MUI Pusat, Rabu kemarin. Dalam kesempatan ini hadir puluhan pengurus ormas Islam dan ormas pemuda Islam. Wakil Menteri Agama sekaligus Wakil Ketua MUI, Zainut Tauhid, mengatakan bahwa kegiatan silaturahim tersebut untuk menyatukan islam dalam kemajemukan.

Setelah pemaparan dari para pembicara dalam forum ini, para peserta dari berbagai ormas menyampaikan pandangannya terkait kehidupan umat Islam saat ini, baik dari dalam dan luar negeri. Kegiatan forum ini mengangkat tema “Refleksi Perjalanan Penguatan Ukhuwah Islamiyah di Indonesia”.

Zainut mengatakan, masing-masing ormas Islam memiliki karakter yang berbeda, baik dari sisi agenda, gerakan, dan pemahaman agama. Untuk itu penting bagi MUI meletakkan dasar-dasar ukhuwah islamiyah. MUI memiliki pedoman dalam membangun ukhuwah islamiyah. Zainut juga menambahkan bahwa silaturahim tersebut dimaksudkan untuk menyamakan pemahaman terhadap satu masalah, dengan tetap memberikan penghormatan terhadap perbedaan. MUI memberikan suatu pedoman, ketika perbedaan masih dalam ikhtilaf, perbedaan harus diterima dengan tasamuh dengan toleran.

Ia mengungkapkan, umat Islam kerap disibukkan dengan permasalahan tidak fundamental sehingga sering terjadi perpecahan. Untuk itu perlu digalang persatuan umat, sehingga dapat tercipta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

https://khazanah.republika.co.id/

%d blogger menyukai ini: