Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas menjelaskan terkait wacana yang dilontarkan Menag Fachrul Razi soal pelarangan cadar dan celana cingkrang di instransi pemerintahan.

Anwar menjelaskan, penggunaan cadar itu masuk dalam ranah fur’iyah, yang dapat diartikan bisa membuat orang berbeda pendapat.

Menurutnya, jika mengacu pada mahzab keempat, Imam Hanafi dan Imam Malik, memakai cadar tidak wajib tetapi sunnah. Sedangkan Imam Syafi’i dan Imam Hambali menyatakan jika ada wanita yang akan bertemu dengan yang bukan mahrom-nya, maka dia harus memakai cadar.

Maka yang dianjurkan, orang yang memakai cadar bisa menghormati orang yang tidak pakai cadar. Begitupun sebaliknya. Ini yang namanya toleransi.

MUI menyarankan wacana-wacana seperti itu dibicarakan terlebih dahulu sebelum disampaikan ke publik.

Sebelumnya, Anwar Abbas mengimbau kepada Fachrul Razi untuk tidak membuat gaduh, karena masalah agama adalah masalah yang sensitif.

Sementara itu, Komisi 8 DPR RI akan memanggil Menag Fahcrul Razi untuk meminta penjelasan terkait rencana kajian pembuatan aturan larangan cadar atau niqab dan celana cingkrang masuk ke instansi milik pemerintah.

Ketua Komisi 8 DPR, Yandri Susanto mengatakan pihaknya ingin mengetahui dasar pemikiran Fachrul mengeluarkan rencana tersebut. Menurutnya, tidak ada kaitan antara pakaian dan pemikiran radikal. (arrahmah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: