MUI Sulawesi Selatan mengecam perilaku komunitas pria yang berpenampilan berhijab atau dikenal dengan sebutan crosshijaber. Pria-pria ini mengenakan hijab hingga bergaya dengan hijab syar’i dan cadar.

Wakil Ketua MUI Sulsel, HM Renreng menjelaskan bahwa di dalam islam sudah jelas dalilnya bahwa laki-laki tidak boleh menyerupai perempuan.

Untuk wilayah Sulsel, Renreng mengaku belum mendapatkan adanya laporan komunitas crosshijaber yang melakukan aktivitas. Meski begitu, dia mengimbau agar masyarakat, khususnya laki-laki agar tidak ikut dengan gaya yang dilakukan oleh komunitas menyimpang tersebut.

Renreng mengatakan akan mengomunikasikan soal fenomena ini dengan organisasi-organisasi Islam yang ada di Sulsel.

Sebagaimana diketahui, akhir-akhir ini, media sosial dihebohkan dengan crosshijaber, yaitu pria yang berpenampilan menggunakan hijab, bahkan bergaya ala hijab syar’i lengkap dengan cadar. Istilah crosshijaber diambil dari crossdressing, di mana pria mengenakan gaun wanita dan tampil dengan makeup. Crosshijaber jadi sensasi setelah sebuah akun twitter mengunggah thread tentang keberadaan komunitas tersebut.

Crosshijaber bahkan memiliki komunitasnya di Facebook dan Instagram, bahkan ada hashtag-nya sendiri. Dari tangkapan layar Insta story, terpampang wajah pria yang mengenakan pakaian gamis, hijab panjang dan ada yang memakai cadar.

Pria-pria yang tampil dengan hijab syar’i ini bahkan berani masuk ke tempat yang semestinya hanya dimasuki wanita, seperti toilet. Mereka bahkan tidak ragu berada di masjid. (arrahmah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: