Majelis Ulama Indonesia Sumatera Barat menyatakan bahwa haram menggunakan kata neraka, setan, dan iblis untuk dipakai sebagai nama produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, dan pakaian. Sedangkan penamaan suatu produk terkait dengan akhlak dan etika seperti ayam dada montok atau kata-kata tak senonoh hukumnya adalah makruh. Hal ini sebagaimana diungkapkan Ketua Umum MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar, ahad kemarin.

Keputusan itu dikeluarkan oleh bidang fatwa MUI Sumbar yang diambil lewat Rapat Koordinasi Daerah MUI Sumbar dan MUI Kabupaten-Kota.

MUI juga mengeluarkan beberapa rekomendasi kepada pemerintah agar melahirkan regulasi dalam rangka implementasi fatwa ini. Selanjutnya, pemerintah direkomendasikan agar menindaklanjuti fatwa tersebut dalam bentuk imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat.

MUI Sumbar pun mengimbau agar semua lapisan masyarakat tidak mengkonsumsi produk yang menggunakan nama-nama yang dilarang dalam fatwa ini. MUI Sumbar meminta kepada LPPOM MUI agar tidak menerbitkan sertifikat halal terhadap produk yang menggunakan nama-nama yang tidak sesuai dengan syariat.

Sebagaimana diketahui, penggunaan kata-kata “nyeleneh” untuk nama produk makanan-minuman sudah menjadi tren tersendiri di banyak wilayah Indonesia, termasuk Sumbar, pada setahun terakhir. Produk yang menggunakan kata neraka, jahanam, setan, dan iblis biasanya untuk menggambarkan tingkat kepedasan ekstrem.

Akan tetapi, penggunaan nama-nama itu menuai sorotan termasuk dari Pemerintah Kota Padang.

sumber: hidayatulloh

 

%d blogger menyukai ini: