Sekjen Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas menanggapi yel-yel “Islam yes Kafir no” yang dipermasalahkan beberapa pihak. Menurutnya, yel-yel tersebut untuk menguatkan nilai tauhid pada umat Islam. Menurut Anwar Abbas, yel-yel tersebut bisa digunakan di kumpulan sesama muslim untuk menyemangati umat untuk tidak berlaku kafir dan ingkar kepada Allah. Sebab di dalam ajaran Islam orang yang tidak patuh kepada Allah disebut kafir. Hal ini diungkapkan Anwar Abbas pada hari rabu kemarin.

Anwar juga menegaskan bahwa jika yel-yel itu disebutkan di depan anak-anak yang beragama lain memang kurang elok dan bisa mengusik hubungan. Menurutnya, kafir itu ada 2 macam. Yaitu kafir i’tiqady dan kafir ‘amaly. Kafir i’tiqady yaitu tidak mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan. Dan kafir amaly yaitu tidak melaksanakan yang diperintah oleh Allah dan tidak meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah. Maka, anwar heran kenapa yel-yel tersebut dipermasalahkan.

Sebelumnya, seorang pembina Pramuka dari Gunungkidul mengajarkan tepuk dengan kata Islam yes, kafir no di akhir tepuk saat memberikan pelatihan di sebuah SD Timuran, Prawirotaman, Kota Yogyakarta pada Jumat, 10 Januari 2020.

https://www.kiblat.net

%d blogger menyukai ini: