Majelis Ulama Indonesia hingga saat ini telah mengakui sebanyak 45 lembaga sertifikasi halal dari berbagai negara se-dunia.

Hingga kini, terdapat 45 lembaga sertifikasi halal yang diakui oleh MUI, yang berasal dari 26 negara. Semuanya terdiri dari 37 lembaga untuk kategori penyembelihan, 40 lembaga untuk kategori bahan baku, dan 22 lembaga untuk kategori flavor. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis pada website resmi Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika atau LPPOM MUI.

Sebelumnya, pada Januari 2020, LPPOM MUI telah mengumumkan adanya penambahan lembaga sertifikasi halal luar negeri atau LSH LN yang diakui MUI untuk kategori flavor. LPPOM MUI menjelaskan, pengakuan LSHLN ini menjadi sangat penting bagi proses sertifikasi halal.

LPPOM MUI menjelaskan, di antara syarat suatu LSH LN tersebut diakui MUI adalah mengikuti pelatihan yang dipersyaratkan oleh MUI.

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal memang menyebutkan bahwa MUI memiliki tiga wewenang terkait jaminan produk halal. Ketiga wewenang itu adalah pemberi fatwa halal, sertifikasi auditor, dan sertifikasi Lembaga Pemeriksa Halal. (hidayatullah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: