Tugas dakwah merupakan amalan yang paling mulia. Tugas yang diemban oleh orang-orang termulia di dunia, yaitu para nabi dan rosul. Siapa saja yang meniti dan meneladani mereka dalam mengemban tugas dakwah ini, sungguh mereka pun orang yang mulia.

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman di dalam Surat Fushilat ayat ke tiga puluh tiga,

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Alloh, mengerjakan amal yang soleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”

Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Nabi Muhammad Sholallohu ’alaihi Wassalam bersabda:

مَنْ دَعَا إِلىَ هُدَى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يَنْقُصُ ذٰلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئاً

“Barangsiapa menyeru kepada kebaikan baginya mendapatkan pahala orang yang mengikutinya, tidak sedikitpun mengurangi pahala mereka.”

Seorang Muslim saat mendengar pahala besar dan kehormatan agung yang diperoleh bagi siapa saja yang menyeru jalan Alloh, niscaya ia akan bangkit untuk melaksanakan perbaikan manusia, mengarahkan mereka kepada hidayah dan memperingati mereka dari segala keburukan. Bahkan ia memiliki motivasi besar untuk mencurahkan segala kemampuan dan waktunya untuk berdakwah hingga ia memperoleh kemulian dakwah ini.

 

Renungkanlah wahai saudaraku…satu objek dakwah yang engkau seru kepada jalan Alloh, lalu ia mendapat petunjuk dan istiqomah melaksanakan amal ketaatan atas perantara engkau ,niscaya engkau memperoleh pahala seperti pahalanya.

Perhatikanlah! Jika ia bangun di kegelapan malam untuk melaksanakan sholat sedangkan engkau tertidur lelap, ia berpuasa sedang engkau tidak, ia safar untuk menunaikan ibadah haji sedang engkau tetap di negerimu, ia berjihad di jalan Alloh sedang engkau tidak memanggul senjata, akan tetapi engkau mendapatkan pahala seperti pahalanya dan tidak mengurangi pahalanya sedikit pun.

Bagaimana jika ada lima orang yang mendapatkan petunjuk melalui perantara engkau? Bagaimana jika dari masing-masing lima orang menjadi perantara hidayah sepuluh orang ? Bagaimana jika dari masing-masing sepuluh menjadi perantara hidayah dua puluh orang?

Jika dikalkulasikan maka engkau akan memperoleh pahala dua ratus lima puluh lima orang.

Beginilah berlipat gandanya jumlah objek dakwah! Berlipat pula pahalanya! Bahkan sepeninggal pelaku dakwah, jika ilmu yang ia telah sampaikan dimanfaatkan oleh objek dakwah, niscaya pahalanya tetap mengalir. Sungguh ia begitu beruntung dan kaya pahala.

Dari Anas rodiyallohu ’anhu beliau mengatakan, bahwa Rosululloh Sholallohu ’alaihi Wassalam bersabda yang artinya:

“Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetapi mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya, yaitu: Orang yang mengajarkan suatu ilmu, mengalirkan sungai, mengalirkan sumur, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohon ampun buatnya setelah dia meninggal.” (Hadis Riwayat. al-Bazzar)

 

Marilah kita memperbanyak menabung rekening pahala di akhirat dengan mengajak manusia ke jalan kebaikan dan melarang mereka dari perbuatan dosa.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: