Anggota parlemen India dari Partai All India Majlis-e-Ittehadul Muslimeen Asadudin Owaisi menolak keras amandemen Undang-undang Kewarganegaraan yang bisa menghapus hak umat Islan. Dilansir di Times of India, Senin kemarin, menurutnya amandemen tersebut juga mengarah pada tujuan lain. Mengutip Mahatma yang pernah merobek kartu diskriminasi warga Afrika Selatan,Owisi menyobek Rancangan undang-undang tersebut bertentangan dengan konstitusi india. Dia juga menyebut rancangan undang-undang tersebut sebagai konspirasi supaya umat muslim tidak diakui Negara.

Owaisi juga menilai amandemen Undang-undang  tersebut merupakan sebuah bentuk penghinaan terhadap pahlawan kemerdekaan India, Mahatma Gandhi. Dia menganggap pemerintah yang dikuasai oleh partai Bharatiya Janata Party berniat menyingkirkan umat Islam.

Ratusan pemrotes turun ke jalan di India setelah Majelis Rendah Parlemen meloloskan Rancangan Undang-Undang kontroversial tersebut Senin kemarin.

RUU tersebut akan memberikan kewarganegaraan kepada imigran dari tiga negara tetangga India, kecuali yang beragama Islam.

RUU ini awalnya diperkenalkan pada 2016 selama masa jabatan pertama pemerintah Modi, tetapi berakhir setelah protes dan penarikan mitra aliansi.

https://khazanah.republika.co.id/

%d blogger menyukai ini: