Kewajiban Menyuruh Anak-anak untuk Shalat

Perhatian terhadap shalat harus menjadi prioritas utama bagi orang tua kepada anaknya. Karena Shalat merupakan tiang agama, jika seseorang melalaikannya niscaya agama ini tidak bisa tegak pada dirinya. Untuk itulah, hendaknya orang tua memberikan contoh kepada anaknya dengan senantiasa shalat di awal waktu dengan berjama’ah di masjid, mengajaknya serta menanyakan kepada anaknya apakah dia telah menunaikan shalatnya ataukah belum.

Dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya berkata, bahwa Rasulullah bersabda,

 

 (( مُرُوا أوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أبْنَاءُ سَبْعِ سِنينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ في المضَاجِعِ ))

“Perintahlah anak-anakmu agar menunaikan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka jika enggan menunaikannya ketika mereka telah berumur sepuluh tahun, dan pisahkan antara mereka dalam tempat tidurnya.” (HR. Abu Dawud. Hadits Hasan)

Hak Tetangga Dan Berwasiat Dengannya

Islam menekankan bagi pemeluknya untuk menunaikan hak-hak para tetangga. Islam memerintahkan untuk senantiasa berbuat baik terhadap tetangganya dan tidak menyakiti mereka, baik dengan perkataan maupun perbuatan. Karena orang yang tidak berbuat baik kepada tetangganya, bahkan tetangganya merasa terganggu dengan perbuatan ataupun perkataannya yang keji, maka orang seperti ini berhak untuk masuk neraka. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Nabi bersabda:

(( مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بالله وَاليَومِ الآخرِ، فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ وَاليَومِ الآخِرِ، فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ وَاليَومِ الآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَسْكُتْ ))

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka janganlah ia mengganggu tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Berbakti Kepada Kedua Orangtua

Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah saja atau hablun minallah, namun juga mengatur hubungan manusia dengan sesama manusia atau hablun minannas. Dan hablun minannas yang pertama dan paling utama bagi setiap muslim adalah berbakti kepada orang tua.

Dari Abdullah bin Mas’ud , bahwa ia bertanya kepada Rasulullah ,

أيُّ العَمَلِ أحَبُّ إِلَى اللهِ ؟ قَالَ: (( الصَّلاةُ عَلَى وَقْتِهَا ))، قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: (( بِرُّ الوَالِدَيْنِ ))، قُلْتُ: ثُمَّ أيٌّ؟ قَالَ: (( الجِهَادُ في سبيلِ الله ))

“Amalan apa yang paling dicintai oleh Allah?’ Beliau menjawab, ‘Shalat pada waktunya.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Berbakti kepada kedua orang tua’. Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhori dan Muslim)

%d blogger menyukai ini: