Perdana Menteri India, Narendra Modi Modi bertemu PM Malaysia, Mahathir Muhammad, di sela-sela pertemuan kelima Forum Ekonomi Timur atau EEF, yang diadakan di Wilayah Timur Jauh Rusia.

Narendra Modi menjelaskan kepada Mahathir, alasan di balik keputusan New Delhi tentang Jammu dan Kashmir. Begitu juga alasan upaya ekstradisi dari ulama terkemuka India Zakir Naik, yang dicari di India karena dituding memicu ‘terorisme’.

Menteri Luar Negeri India Vijay Gokhale mengomentari pertemuan itu. Ia menyebut kedua belah pihak telah memutuskan bahwa akan tetap berhubungan mengenai masalah ini.

Zakir Naik dilaporkan meninggalkan India pada tahun 2016 dan kemudian pindah ke Malaysia yang sebagian besar penduduknya Muslim, di mana ia diberikan izin tinggal permanen.

Modi juga berdiskusi dengan Mahathir tentang “reorganisasi” dan perkembangan yang terkait dengan Jammu dan Kashmir. Ancaman ‘terorisme’ yang meningkat juga muncul dalam pembicaraan mereka.

Beberapa jam setelah berpisah dengan India, PM Pakistan Imran Khan mengadakan pembicaraan telepon dengan Mahathir dan mencari dukungan untuk masalah ini.

Mahathir menyatakan harapan bahwa India dan Pakistan akan melakukan “pengekangan sepenuhnya” untuk mencegah eskalasi lebih lanjut yang dapat merusak perdamaian dan stabilitas di Jammu dan Kashmir. (arrahmah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: