Negara bagian paling padat India, Uttar Pradesh, telah mulai mengidentifikasi imigran yang memenuhi persyaratan kewarganegaraan di bawah undang-undang kewarganegaraan kontroversial. Hal ini sebagaimana dilansir BBC hari kemarin.

Menteri Shrikant Sharma mengatakan kepada pada wartawan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi lebih dari 30 ribu pengungsi yang berhak mendapatkan kewarganegaraan. Undang-undang Amandemen Kewarganegaraan menawarkan kewarganegaraan kepada imigran non-Muslim dari tiga negara tetangga yang mayoritas Muslim.

Dalam demonstrasi yang menentang Undang-Undang itu, 30 orang telah terbunuh di Uttar Pradesh saja. Pemerintah nasionalis Hindu Partai Bharatiya Janata atau BJP mengatakan undang-undang tersebut akan melindungi orang-orang dari persekusi. Tetapi kritik mengatakan itu adalah bagian dari upaya “nasionalis Hindu” untuk meminggirkan lebih dari 200 juta Muslim India.

Selain itu pemerintah juga mengatakan akan mengusir “para penyusup” dari negara-negara tetangga. Hal ini mengkhawatirkan muslim india yang tidak memiliki dokumen. Mereka bergantung pada dokumentasi luas untuk membuktikan bahwa leluhur mereka hidup di India, banyak warga Muslim yang khawatir kehilangan kewarganegaraan.

Uttar Pradesh yang dikuasai oleh Partai BJP, memiliki populasi Muslim yang besar. Banyak dari mereka turun ke jalan untuk berdemo, dengan beberapa demonstrasi dibubarkan dengan kekerasan oleh polisi.

https://www.hidayatullah.com

%d blogger menyukai ini: