Pembicaraan antara Taliban dan Pemerintah Afghanistan yang dijadwalkan untuk digelar di Qatar pada akhir bulan ini harus ditunda. Hal itu karena adanya perselisihan mengenai siapa saja perwakilan masing-masing pihak yang hadir dalam acara itu.

Pusat Studi Konflik dan Kemanusiaan Qatar sebagai organisasi yang mensponsori pembicaraan damai tersebut melaporkan penundaan itu. Dalam sebuah pernyataan, direktur organisasi Sultan Barakat mengatakan bahwa diperlukan konsensus lebih lanjut tentang pihak yang harus berpartisipasi dalam acara tersebut.

Pembicaraan damai antara Pemerintah Afghanistan dan Taliban telah dianggap sebagai langkah awal yang signifikan menuju negosiasi untuk mengakhiri perang berkepanjangan yang terjadi di negara Timur Tengah itu. Selain itu, negosiasi termasuk untuk menanggapi penarikan pasukan Amerika Serikat yang sejak 2001 terlibat dalam konflik.

Menurut seorang pejabat Pemerintah Afghanistan, daftar peserta yang hadir dalam pembicaraan itu adalah 250 orang, termasuk banyak di antaranya adalah perempuan. Namun, jumlah itu berbeda dengan apa yang telah diumumkan oleh Pemerintah Qatar.

Sementara itu, Taliban tidak memberi komentar apapun mengenai penundaan pembicaraan damai tersebut. Namun, juru bicara kelompok tersebut, Zabihulah Mujahid mengatakan bahwa delegasi dari Pemerintah Afghanistan tidak masuk akal karena dinilai melibatkan terlalu banyak orang.

%d blogger menyukai ini: