Palestina mengeluhkan sikap Uni Eropa yang dinilai lemah dalam mengkritik Israel. Kecaman Uni Eropa terhadap pelanggaran Israel kepada rakyat Palestina juga dianggap lemah.

Kementerian Luar Negeri Palestina menyatakan hanya menolak langkah-langkah Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah langkah pemalu, lemah, dan terlambat. Hal ini sebagaimana dikutip kantor berita palestina WAFA rabu kemarin.

Menurut Palestina, Uni Eropa sebenarnya bisa dengan kuat mengecam langkah-langkah merusak Israel terhadap wilayah Yerusalem yang diduduki. Hingga kini Israel terus menggusur permukiman warga Palestina di tepi barat dan al-quds.

Proyek penggalian terowongan di Yerusalem juga masih berlanjut.  Kementrian luar negeri palestina menyatakan bahwa Negara Israel telah kebal dari semua kritik uni eropa.

Pada November tahun lalu, Uni Eropa menegaskan menolak dan menentang proyek permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina yang diduduki. Hal itu disampaikan setelah Amerika Serikat memutuskan tak lagi menganggap ilegal permukiman Israel di sana.

Saat ini terdapat lebih dari 100 permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Permukiman itu dihuni sekitar 650 ribu warga Yahudi Israel. Masifnya pembangunan permukiman ilegal, termasuk di Yerusalem Timur, dinilai menjadi penghambat terbesar untuk mewujudkan solusi dua negara antara Israel dan Palestina.

https://internasional.republika.co.id/

%d blogger menyukai ini: