Pemerintah Palestina mengutuk keras langkah Honduras dan Nauru atas keputusan melenceng yang menetapkan Yerussalem sebagai ibu kota Israel. Palestina juga siap mengadukan keputusan kedua negara Amerika Selatan itu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Keputusan kontroversial itu menyusul aksi Presiden Honduras, Huan Orlando Hernandez yang bakal membuka kantor kedutaan negaranya di Yerussalem, awal pekan ini. Seperti diketahui, Israel menganggap Yerussalem sebagai ibu kotanya yang tidak terbagi, sementara para pemimpin Palestina melihat bagian timur kota sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Misi pembukaan kantor kedutaan itu akan menjadi perpanjangan dari kedutaan Honduras yang berbasis di Tel Aviv, tetapi Hernandez mengatakan bahwa Yerussalem adalah ibu kota Israel. Menanggapi hal itu kementerian luar negeri Palestina mengonfirmasi akan mengajukan keluhan resmi terhadap Honduras kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Pemerintah Palestina menyebut langkah yang diambil Honduras merupakan agresi langsung terhadap rakyat Palestina dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum dan legitimasi internasional.

Dia menambahkan bahwa kepemimpinan Palestina akan meninjau kembali hubungan diplomatik dengan Honduras. Menurutnya, status Yerussalem sebagai ibu kota yang diduduki Palestina didukung oleh sebagian besar negara, sejalan dengan kewajiban hukum dan moral mereka untuk penegakan hukum internasional.

Kecaman juga dilayangkan Ashrawi terhadap Nauru. Palestina mengecam negara kecil Pulau Pasifik di Nauru itu, yang baru-baru ini juga mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel. Menurutnya, Nauru juga melanggar kewajibannya di bawah hukum internasional dan Piagam PBB dan harus bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut.

sumber: international

%d blogger menyukai ini: