Penasihat hubungan internasional Otoritas Palestina Nabil Shaath mengatakan akan melunucurkan kampanye untuk menentang rencana perdamaian Timur Tengah, termasuk Israel-Palestina, yang digagas Amerika Serikat. Menurutnya, rencana itu adalah sebuah kejahatan dan konspirasi untuk menggilas perjuangan kemerdekaan Palestina.

Shaath mengungkapkan, semua kebijakan yang diambil Presiden Amerika, Donald Tramp membuktikan bahwa rencana perdamaian tidak akan memenuhi tuntutan Palestina.

Oleh sebab itu, tak ada alasan bagi Palestina untuk menerima rencana perdamaian tersebut. Sebaliknya, hal itu harus dilawan demi mempertahankan perjuangan kemerdekaan Palestina.

Sebelumnya Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan tidak akan menerima rencana perdamaian Amerika jika tidak memenuhi tuntutan negaranya. Dalam hal ini, Palestina harus diakui kemerdekaan dan kedaulatannya berdasarkan perbatasan 1967.

Dalam wawancara perdananya dengan media internasional sejak menjabat akhir pekan lalu, Shtayyeh mengatakan bahwa setelah semua dukungan yang diberikan Amerika kepada Israel, terutama pengakuan sepihak atas Yerussalem, tidak ada yang tersisa untuk dinegosiasikan. Dia menegaskan akan menolak setiap proposal perdamaian yang mengabaikan tuntutan utama Palestina.

%d blogger menyukai ini: